Calendar

January 2016
SunMonTueWedThuFriSat
 << <Jun 2017> >>
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Posts sent on: 2016-01-05

05 Jan 2016 
Pernah mendengar ungkapan-ungkapan serupa ini? Ini diartikan sebagai salah satu rupa berkembangnya pengetahuan yang keliru terhadap rancangan grafis pada masyarakat. Poin ini ditulis untuk menyesuaikan kekeliruan lebih dari sehingga pembimbing yang ingin menekuni lebar desain grafis memiliki saran yang sungguh ada dalam pergi.


Ada sedikit tips pendek yang aku anggap menyantuni pemula yang memang ingin serius menekuni bidang rancangan grafis. Selain berdasarkan kepandaian pribadi, saran sederhana itu juga super direkomendasikan desainer-desainer grafis cakap. Jadi, kenapa tidak dicoba!




1. Berlatih Teori & Aturan Pokok Desain Grafis


adalah subtil terapan yang ditujukan dalam mengkomunikasikan memo. Ada timbangan dan aturan-


aturan kecil yang pantas dipelajari dalam mencapai pengertian mendalam mengenai desain grafis. Salah satu pelajaran mendasar diartikan sebagai mengenal pijakan dasar atas desain grafis (basic principle of graphic design). Satu diantara desainer kesohor asal Australia, Jacob Cass, dalam artikelnya sangat menganjurkan untuk menyimak teori pokok desain grafis sebagai pondasi dasar dalam berkarya.


dua. Belajar Software Grafis


Sesudah memahami manfaat dan implementasi elemen kecil desain grafis, kamu butuh belajar gimana mengeksekusi karya tersebut mempergunakan software grafis. Ada sangat banyak aplikasi grafis yang ada saat ini, sedari yang berbayar sampai yang gratisan.


Bagi menciptakan karya berbasis vector, kamu bisa menggunakan Adobe Illustrator & CorelDRAW. Dua-duanya adalah software berbayar. Aplikasi sejenis juga ada yang gratis, ialah InkScape. Penggunaan ini cukup lumayan dan bisa jadi seleksi jika sampeyan kesulitan untuk membeli software berbayar. Bagi aplikasi editing gambar berbasis raster, sekarang yang menyimpangkan populer adalah Photoshop. Alternatifnya adalah pixelmator, software sepakat yang dikhususkan untuk operating system Macintosh. Ada lagi software-software pendukung seperti 3ds max dan cinema 4d untuk menciptakan pola grafis berformat tiga dimensi.


3. Menjadi Kolektor


Jika engkau serius ingin menjadi desainer grafis, sudah biasa saatnya kamu menjadi kolektor karya-karya design. Koleksi tersebut dengan sendirinya akan mengarang kita jadi asupan pendapat untuk berkarya. Mulai saja dengan menjumput karya-karya model sederhana sebagaimana flyer, edaran, kartu nama, poster, tebaran, dll. Lanjutkan dengan berselancar di computer dan bookmark situs-situs model grafis dan inspirasi. Website - website jejaring supel seperti Facebook dan Twitter juga super bagus untuk tetap up to date mengamati perkembangan terbaru daripada komunitas model diseluruh bumi.


4. Berlatih!


Berlatih, berlatih, dan berlatih! Tidak ada gunanya poin-poin lebih dari jika kamu tidak mempraktekkan dan mengasahnya secara saksama. Dalam konteks desain grafis, dibutuhkan suatu projek bagi berlatih. Projek tersebut bisa kamu mulai dari hal yang paling pendek. Membuat logo dan personal branding bagi diri kau sendiri senyampang. Projek pun bisa didapatkan dari sanak dan kawan terdekat. Agaknya bayarannya yuwana, jadi niatkan saja dalam belajar. Sampeyan juga bisa berlatih & mengasah kompetensi desain grafis kamu pada menciptakan projek fiktif dan meredesign terbitan orang lainnya. Ada penuh jalan untuk berlatih, oleh karena itu berlatihlah!


5. Memahami Faedah dan Keikutsertaan Desainer Grafis


Desainer grafis sejatinya merupakan pemecah perkara (problem solver). Masalah datangnya dari klien dan desainer grafis ditunjuk untuk memecahkan masalah tersebut sesuai terapan ilmu & pengalaman yang dimiliki. Korelasi antara klien dan desainer ini kemudian mengharuskan pengelola grafis bagi memiliki beraneka ragam aspek pendukung lain laksana sikap spirit, kemampuan berkomunikasi dan penyajian, kemampuan mengenali masalah, dan sebagainya.


Admin · 10322 views · Leave a comment